Tanah urug adalah material tanah yang digunakan untuk fill atau timbunan pada pekerjaan konstruksi, lanskap, taman, dan pengaturan kontur lahan. Material ini biasanya disuplai dari lokasi penggalian atau quarry dan dikirim menggunakan truk muatan besar.

Harga tanah urug bisa berbeda-beda tergantung jenis material, jarak pengiriman, serta kualitas tanah yang Anda butuhkan — mulai dari tanah merah, tanah agak padat, hingga tanah campuran ringan.
Daftar Harga Tanah Urug per Rit Truk & Per Kubik
Berikut ini adalah estimasi harga tanah urug terbaru di pasar konstruksi (2026):
*Harga ini bersifat perkiraan pasar dan dapat berubah berdasarkan lokasi proyek dan negosiasi penyedia.
Catatan: Harga tanah urug per rit truk biasanya mencakup biaya material + pengiriman ke lokasi. Harga per m³ bisa lebih murah jika tanah diambil / dibeli langsung dari quarry atau lokasi sumber material.
Cara Pemesanan Tanah Urug yang Efisien
Agar harga yang Anda dapatkan lebih hemat dan proses pengiriman berjalan lancar:
-
Hubungi penyedia material beberapa hari sebelum pengiriman – Ini membantu memastikan ketersediaan truk dan material.
-
Pastikan lokasi proyek mudah diakses – Lokasi sempit atau jalan berat dapat meningkatkan biaya.
-
Bandingkan harga beberapa pemasok – Setiap vendor biasanya punya perbedaan harga terutama jika lokasi proyek berbeda.
Apa Itu Tanah Urug dan Fungsinya
Tanah urug adalah material yang digunakan untuk:
-
Meninggikan level tanah agar rata sesuai rencana proyek.
-
Menimbun area kosong sebelum pembangunan.
-
Menyediakan dasar stabil untuk pembangunan lanskap, taman, dan konstruksi ringan.
Material ini biasanya memiliki karakteristik:
-
Tekstur yang cukup remah.
-
Tidak mengandung banyak bahan organik atau sampah.
-
Bisa berupa tanah merah, tanah liat, atau tanah padas tergantung kebutuhan proyek.
Jenis-Jenis Tanah Urugan dalam Konstruksi
1. Tanah Merah
Tanah merah mudah dibentuk dan dipadatkan, sehingga sering digunakan untuk pengurugan landscape, taman, atau area yang tidak perlu struktur sangat kuat.
2. Tanah Padas
Tanah padas atau sering disebut tanah boncos memiliki kepadatan tinggi dan sangat cocok dipakai untuk fill yang memerlukan daya dukung kuat, misalnya di bawah lapisan pondasi atau jalan.
3. Tanah Semi Padas / Tanah Liat
Tanah jenis ini merupakan campuran antara tanah merah dan padas, memberikan kombinasi stabilitas dan fleksibilitas. Cocok untuk area yang tidak terlalu berat secara konstruksi.
Cara Pemilihan Tanah Urug yang Tepat
Pemilihan tanah urug tidak boleh asal, karena kualitas tanah sangat berpengaruh pada kekuatan, kestabilan, dan umur bangunan. Berikut poin penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli tanah urug:
1. Sesuaikan dengan Fungsi Penggunaan
Setiap pekerjaan membutuhkan jenis tanah yang berbeda:
-
Urugan taman & halaman → tanah merah biasa
-
Urugan lantai rumah → tanah semi padas / tanah liat
-
Urugan pondasi & jalan → tanah padas / boncos
Jangan pakai tanah gembur untuk area yang menahan beban berat.
2. Periksa Tekstur & Kepadatan Tanah
Tanah urug yang baik memiliki ciri:
-
Tidak terlalu lembek saat basah
-
Tidak mudah hancur saat digenggam
-
Minim kandungan lumpur dan pasir berlebih
Tips sederhana:
Ambil segenggam tanah, remas. Jika bisa membentuk tanpa pecah berlebihan, kualitasnya cukup baik.
3. Hindari Tanah Mengandung Sampah & Akar
Pastikan tanah:
-
Bebas sampah plastik, kayu, atau akar tanaman
-
Tidak bercampur humus berlebihan
Tanah kotor akan:
-
Sulit dipadatkan
-
Mudah turun (ambles) setelah beberapa bulan
4. Pilih Tanah yang Mudah Dipadatkan
Tanah urug ideal harus:
-
Bisa dipadatkan manual atau dengan stamper
-
Tidak mengembang berlebihan saat terkena air
Tanah padas dan semi padas umumnya paling stabil untuk pekerjaan konstruksi.
5. Perhatikan Kadar Air Tanah
-
Tanah terlalu basah → sulit dipadatkan
-
Tanah terlalu kering → perlu penyiraman ekstra
Kondisi terbaik: lembap, tidak becek.
6. Hitung Kebutuhan Volume dengan Benar
Kesalahan umum adalah kurang volume akibat penyusutan setelah pemadatan.
Rekomendasi:
-
Tambahkan 10–20% volume cadangan
-
Pastikan kapasitas truk sesuai (6–8 m³ per rit)
7. Pertimbangkan Jarak Sumber Material
Semakin dekat sumber tanah:
-
Harga lebih murah
-
Risiko tanah rusak saat pengiriman lebih kecil
Kadang kualitas hampir sama, tapi beda harga karena jarak.
8. Gunakan Penyedia Material Terpercaya
Pilih vendor yang:
-
Menyediakan contoh material
-
Transparan soal jenis tanah
-
Memiliki armada sendiri
Vendor profesional biasanya juga bisa menyarankan jenis tanah paling efisien sesuai proyek.
Cara Memesan Tanah Urug yang Tepat
Agar proses pengurugan berjalan lancar dan biaya tidak membengkak, pemesanan tanah urug perlu dilakukan dengan perhitungan dan langkah yang benar. Berikut panduan lengkapnya:
1. Tentukan Jenis Tanah Urug yang Dibutuhkan
Sebelum memesan, pastikan jenis tanah sesuai kebutuhan pekerjaan:
-
Tanah merah biasa → taman, halaman, urugan ringan
-
Tanah semi padas / liat → lantai rumah, carport
-
Tanah padas / boncos → pondasi, jalan, area beban berat
Jenis tanah sangat memengaruhi harga dan hasil akhir.
2. Hitung Volume Kebutuhan Tanah
Lakukan perhitungan volume urugan:
Tips:
-
Tambahkan cadangan 10–20% untuk penyusutan setelah pemadatan
-
Rata-rata 1 rit dump truck = 6–8 m³
3. Tentukan Sistem Pembelian
Pemesanan tanah urug umumnya menggunakan dua sistem:
-
Per rit dump truck (material + kirim)
-
Per kubik (m³) untuk volume besar atau proyek jangka panjang
Untuk proyek kecil, sistem per rit lebih praktis.
4. Siapkan Informasi Lokasi Proyek
Saat menghubungi penyedia, siapkan data berikut:
-
Alamat lengkap proyek
-
Lebar jalan menuju lokasi
-
Apakah truk bisa masuk atau perlu langsir
-
Jam bongkar yang diizinkan
Informasi ini membantu vendor menentukan jenis truk dan biaya kirim.
5. Konfirmasi Harga & Detail Layanan
Pastikan harga tanah urug yang disepakati sudah mencakup:
-
Jenis tanah yang dikirim
-
Kapasitas truk per rit
-
Biaya pengiriman
-
Biaya tambahan (jika ada)
Hindari kesalah pahaman dengan meminta rincian Cara Memesan Tanah Urug yang Tepat
Agar proses pengurugan berjalan lancar dan harga tanah urug tidak membengkak, pemesanan tanah urug perlu dilakukan dengan perhitungan dan langkah yang benar. Berikut panduan lengkapnya:
1. Tentukan Jenis Tanah Urug yang Dibutuhkan
Sebelum memesan, pastikan jenis tanah sesuai kebutuhan pekerjaan:
-
Tanah merah biasa → taman, halaman, urugan ringan
-
Tanah semi padas / liat → lantai rumah, carport
-
Tanah padas / boncos → pondasi, jalan, area beban berat
Jenis tanah sangat memengaruhi harga dan hasil akhir.
2. Hitung Volume Kebutuhan Tanah
Lakukan perhitungan volume urugan:
Tips:
-
Tambahkan cadangan 10–20% untuk penyusutan setelah pemadatan
-
Rata-rata 1 rit dump truck = 6–8 m³
3. Tentukan Sistem Pembelian
Pemesanan tanah urug umumnya menggunakan dua sistem:
-
Per rit dump truck (material + kirim)
-
Per kubik (m³) untuk volume besar atau proyek jangka panjang
👉 Untuk proyek kecil, sistem per rit lebih praktis karena harga tanah urug biar lebih efisien.
4. Siapkan Informasi Lokasi Proyek
Saat menghubungi penyedia, siapkan data berikut:
-
Alamat lengkap proyek
-
Lebar jalan menuju lokasi
-
Apakah truk bisa masuk atau perlu langsir
-
Jam bongkar yang diizinkan
Informasi ini membantu vendor menentukan jenis truk dan biaya kirim.
5. Konfirmasi Harga & Detail Layanan
Pastikan harga yang disepakati sudah mencakup:
-
Jenis tanah yang dikirim
-
Kapasitas truk per rit
-
Biaya pengiriman
-
Biaya tambahan (jika ada)
Hindari kesalahpahaman dengan meminta rincian tertulis (chat/nota).
6. Tentukan Jadwal Pengiriman
-
Pilih hari dan jam pengiriman yang aman
-
Pastikan lokasi siap menerima material
-
Sediakan area bongkar yang jelas
Untuk volume besar, minta pengiriman bertahap per hari agar lebih rapi.
7. Cek Material Saat Tiba di Lokasi
Saat tanah datang:
-
Periksa jenis tanah sesuai pesanan
-
Pastikan tidak bercampur sampah atau lumpur
-
Hitung jumlah rit yang masuk
Jika tidak sesuai, langsung komplain di hari yang sama.
8. Lakukan Pembayaran Sesuai Kesepakatan
Sistem pembayaran biasanya:
-
DP terlebih dahulu
-
Pelunasan setelah pengiriman selesai
Hindari pembayaran penuh sebelum material diterima.
tertulis (chat/nota).
